Sekarang setelah Anda memiliki pemahaman umum tentang jenis-jenis kartu pegangan yang bisa Anda mainkan dalam poker dan cara menggunakannya, mari kita bahas soal keterampilan.
Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, selain kartu yang Anda terima, pemilihan kartu pegangan didasarkan pada tiga hal: posisi, waktu, dan ukuran tumpukan. Berikut ini cara masing-masing variabel tersebut memengaruhi kartu pegangan yang Anda mainkan.
Kartu pegangan awal tidak bersifat universal. Memang benar bahwa AK (slick besar) adalah kartu pegangan awal yang kuat, tetapi dalam konteks apa? Apakah Anda akan mempertaruhkan seluruh tumpukan keping Anda dengan AK di fase gelembung sebuah turnamen besar ketika tiga pemain sudah melakukan all-in? Sebagian besar pemain tidak akan melakukannya.
Jadi, meskipun AK merupakan kartu pegangan awal yang sangat bagus dalam Texas Hold'em, hal itu tidak berarti Anda harus memainkannya tanpa mempertimbangkan situasi. Kita bisa membawa konsep ini selangkah lebih jauh dengan melihat faktor posisi.
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, dalam sebagian besar permainan full-ring, Anda sebaiknya melakukan fold terhadap pair kecil ketika berada di posisi awal. Logika yang sama bisa diterapkan pada setiap kartu pegangan awal. Semakin awal giliran Anda untuk bertindak, semakin ketat pula persyaratan kartu pegangan awal yang sebaiknya Anda mainkan. Konsep ini merupakan inti dari strategi preflop yang solid, baik dalam permainan uang tunai maupun turnamen.
Hal ini karena posisi sama bernilainya dengan informasi. Semakin akhir giliran Anda untuk bertindak, semakin banyak informasi yang Anda miliki. Lebih banyak informasi memungkinkan Anda untuk memperoleh gambaran yang lebih baik tentang seberapa kuat kartu pegangan Anda dibandingkan dengan pemain lain.
Sebagai contoh, anggaplah Anda berada di posisi tengah dengan pair tujuh. Ini kartu pegangan yang cukup kuat dan kemungkinan besar Anda akan melakukan raise jika semua pemain sebelum Anda melakukan fold. Namun, pemain di posisi pertama melakukan raise, dan pemain di sebelahnya melakukan re-raise. Pada titik ini, pair tujuh berubah dari kartu pegangan yang layak dimainkan menjadi kartu pegangan yang memaksa Anda melakukan fold.
Peraturan umum terkait posisi dan kartu pegangan awal adalah sebagai berikut: gunakan rentang yang ketat di posisi awal dan rentang yang lebih lebar di posisi akhir.


Variabel kedua dari tiga variabel yang kita bahas adalah waktu. Seperti halnya posisi, faktor waktu bisa mengubah kartu pegangan yang layak dimainkan menjadi kartu pegangan yang sebaiknya Anda fold, dan sebaliknya. Berikut adalah sebuah skenario yang menunjukkan pentingnya faktor waktu:
Anda berada di fase gelembung sebuah turnamen Texas Hold'em. Anda memiliki tumpukan keping terbesar di meja dan berada di blind besar. Semua pemain melakukan fold hingga giliran pemain di posisi tombol yang memiliki tumpukan keping sedang. Pemain tersebut melakukan raise, dan pemain di blind kecil melakukan fold.
Anda memiliki kartu 8♠ 5♦. Dalam sebagian besar situasi, Anda akan fold kartu pegangan ini karena tergolong lemah. Namun, Anda menyadari bahwa terdapat tiga pemain dengan tumpukan keping pendek di meja yang berisiko tersingkir pada fase gelembung. Karena itu, Anda memutuskan untuk melakukan all-in.
Alasan melakukan all-in adalah karena lawan Anda hanya bisa melakukan call dengan kartu pegangan yang sangat kuat. Dalam kondisi ini, mereka tidak berada dalam risiko tersingkir. Oleh karena itu, meskipun wajar bagi mereka untuk melakukan raise dari posisi tombol dengan rentang kartu pegangan yang lebar, mereka tidak bisa melakukan call secara longgar.
Anda memahami hal ini, itulah sebabnya ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan all-in. Pemain yang melakukan raise pertama tidak ingin mempertaruhkan peluangnya untuk meraih hadiah uang. Oleh karena itu, kecuali mereka memegang pasangan queen atau lebih baik, kecil kemungkinan mereka akan melakukan call. Inilah cara Anda memanfaatkan faktor waktu untuk memenangkan pot dengan kartu pegangan awal yang lemah.
Variabel terakhir yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kartu pegangan awal adalah jumlah keping yang dimiliki. Anda sebaiknya lebih sadar risiko ketika memiliki tumpukan keping pendek, dan memainkan lebih banyak pot ketika memiliki tumpukan keping besar.
Kami tidak menyarankan Anda untuk melakukan fold terhadap semua kartu pegangan saat tumpukan keping Anda kecil atau bermain sembrono ketika memiliki banyak keping. Meski demikian, Anda memang memiliki keleluasaan untuk memainkan lebih banyak kartu pegangan ketika memiliki tumpukan keping besar.
Dengan tumpukan keping pendek, situasinya relatif lebih sederhana. Anda hanya perlu menunggu momen ketika Anda memegang kartu pegangan yang kuat atau ketika pemain- pemain setelah Anda kemungkinan besar akan melakukan fold. Jika salah satu dari dua kondisi tersebut terpenuhi, Anda bisa melakukan all in.
Saat memiliki tumpukan keping pendek, sebaiknya gunakan kartu pegangan seperti As selambang dan pasangan kecil untuk melakukan dorong all-in menghadapi pemain yang mudah melakukan raise. Kartu pegangan ini memiliki ekuitas yang cukup baik serta potensi untuk membuat lawan melakukan fold.
Ketika Anda memiliki tumpukan keping besar, fokus utama adalah lawan Anda dan tujuan
permainan Anda:
Jika lawan Anda juga memiliki tumpukan keping besar, tujuan Anda adalah mendapatkan nilai dari mereka (yaitu, sebanyak mungkin keping).
Jika lawan Anda memiliki tumpukan keping sedang, tujuan Anda adalah memaksa
mereka untuk melakukan fold.
Jika lawan Anda memiliki tumpukan keping pendek, tujuan Anda adalah menghukum mereka dengan kartu pegangan yang lebih kuat ketika mereka melakukan all-in.
Kartu pegangan yang Anda mainkan dalam setiap skenario tersebut akan ditentukan oleh ukuran tumpukan efektif (yaitu, jumlah keping maksimum yang dapat dimenangkan oleh siapa pun berdasarkan ukuran tumpukan keping Anda dan lawan). Anggaplah Anda ingin mengambil nilai dari sesama pemain dengan tumpukan keping besar.
Kartu berurutan selambang (suited connectors) sangat ideal dalam situasi seperti ini karena bisa membentuk kartu pegangan yang kuat tetapi sulit dibaca, seperti flush dan straight. Kartu pegangan tersebut sangat efektif untuk memenangkan pot besar ketika menghadapi pemain yang memegang kartu pegangan premium, seperti pair besar dan dua pair.
Inilah pola pikir yang perlu Anda terapkan ketika bermain poker melawan pemain pemula dan tingkat menengah. Permainan menjadi lebih sulit di meja taruhan tinggi, tetapi prinsip dasarnya tetap sama.